Cerita seks istri dikenduri

“Gimana kabar kamu sekarang andy….berkeluarga ya…”tanya rani padaku.

“aku seh baik-baik aja….masih sendiri lagi….masih kepengen bebas” “kalau kamu gimana…bekeluarga ya….”tanyaku padanya.

cerita seks istri dikenduri-18

Pada suatu sore, aku menengok di rumah sakit bersamaan dengan adiknya Pak Tadi. Terus terang kami sudah menjalin hubungan lebih akrab dengan keluarga itu. Dalam mobilku kami mulai mengobrol, mengenai sakitnya Pak Tadi. Aku mulai mencoba untuk berbicara lebih dekat lagi, atau katakanlah lebih kurang ajar.

Sore itu, mereka sepakat Bu Tadi akan digantikan adiknya menunggu di rumah sakit, karena Bu Tadi sudah beberapa hari tidak pulang. Inikan kesempatan bagus sekali untuk mendekatai Bu Tadi."Bu, maaf yaa. kalau itu sih iiiya Dik Budi" jawab Bu Tadi agak kikuk.

Orangnya memang cantik, dan badannya padat berisi sesuai dengan seleraku. Mauu yaa bu, mau yaa", ajakku dengan penuh kekhawatiran jangan-jangan dia menolak."Tapi nanti kemaleman lo Dik", jawabnya."Aah, baru jam tujuh. Rasanya lebih rileks dan tidak sumpek, serta penisnya biar mendapat udara yang cukup setelah seharian dipepes dalam celana dalam yang ketat. Lampu belakang rumah Bu Tadi sudah padam dari tadi.

Khususnya pantat dan buah dadanya yang besar dan bagus. Mau ya Buu", aku sedikit memaksa."Yaa gimana yaa... Aku berjalan memutar dulu untuk melihat situasi apakah sudah benar-benar sepi dan aman.

Begitu aku lagi liat kiri kanan.taunya seseorang menubrukku .

Wanita ini sepertinya habis belanja banyak dan tergesa-gesa hingga tak tahunya menubruk orang.

Walaupun nako tidak terbuka lagi, namun suaranya masih jelas terdengar dari sela-sela kaca nako yang tidak rapat benar. Walaupun sudah biasa, darahku pun berdesir juga membayangkan pertemuanku malam minggu nanti.

Aku jadi seperti detektip partikelir yang mengamati kegiatan mereka di sore hari. Jeratku semakin aku persempit."Eeh, aku benar-benar tolong dicarikan istri yang kayak Bu Tadi dong Bu. Soalnya begini bu, tapii eeh nanti Bu Tadi marah sama saya. Seperti biasa malam minggu adalah giliran ronda malamku.

Kudekati pelan-pelan, dan darahku berdesir, ketika ternyata itu suara orang bersetubuh. Aku lebih mendekat lagi, suaranya dengusan nafas yang memburu dan gemerisik dan goyangan tempat tidur lebih jelas terdengar. Aku betul-betul iri membayangkan Pak Tadi menggumuli istrinya. " Bu Tadi menjerit kaget."Aduh nyalib kok nekad amat siih", gerutuku."Makanya kalau nyetir jangan macam-macam", kata Bu tadi. Kami tidak membisu lagi, kami ngomong, ngomong apa saja. Sampai di rumah aku hanya sampai pintu masuk, aku lalu pamit pulang. Tetapi karena istriku tidak hamil-hamil juga aku jadi agak kawatir. Karena sudah terbukti Bu Tadi hamil, dan anakku yang cantik itu sekarang menjadi anak kesayangan keluarga Pak Tadi. Kalau melihat fisik serta haidnya yang teratur, aku yakin istriku subur juga. Karena dari samping rumahku dapat terlihat belakang rumah Bu Tadi, dengan mudah aku dapat menangkap tanda tersebut.

Alangkah nikmatnya menyetubuhi Bu Tadi yang cantik dan bahenol itu."Oohh, sshh buuu, aku mau keluar, sshh.... Tetapi pernah tanda itu tidak ada sampai 1 atau 2 bulan, bahkan 3 bulan.

Sebagai dan masih bujangan aku banyak waktu untuk menengoknya di rumah sakit. Tolong carikan yang kayak Ibu Tadi ini lhoo", kataku menggodanya."Lho, kok hanya kayak saya. Saya khan sudah tua, jelek lagi", katanya sambil ketawa.

Tags: , ,